Pages

Rabu, 12 Februari 2014

Kisah Ku Berakhir Dengan Tangisan Penyesalan



Aku adalah seorang gadis desa yang di anugerahi paras yang begitu cantik, bentuk tubuhku sangat seksi seperti para model yang terkenal, aku selalu merasa bangga atas apa yang telah di anugerahi oleh Allah SWT, hingga aku melupakan semuanya itu hanyalah titipan yg sementara.

Aku selalu merasa paling cantik di antara teman-teman SMA ku, aku juga pernah meraih runner up model remaja tingkat provinsi ketika aku menginjak kelas 2 SMA. setelah itu kesombonganku semakin menjadi, meskipun aku hanya anak  seorang anak petani yang penghasilannya pas-pasan aku selalu tampil modis di sekolah maupun saat aku pergi hang out bersama teman-teman. Hingga tak ada yang menyangka bahwa aku hanyalah seorang anak dari petani.

Rasa ingin tahu ku tentang dunia malam membuat aku mengiyakan setiap ajakan teman-temanku, pergi ke bar, party bersama teman segeng ku, aku lakukan setiap malam tanpa memperdulikan orang tuaku yang mencemaskan ku karna aku selalu keluar malam, wajar saja jika orang tua ku sanggat khawatir dengan ku, karna aku anak perempuan satu-satunya di keluargaku, namun keindahan masa-masa remaja itulah yang membutakan mata hatiku,

Meskipun aku tak berkecukupan uang tetapi dengan modal wajahku yang cantik dan para pria yang memperebutkanku, aku bisa mendapatkan uang dengan semua lelaki yang menjadi pacar ku, hingga ada seorang teman yang mengatakan aku wanita murahan. Tapi bagiku ini adalah hidupku dan duniaku, semua omongan dari orang tuaku dan teman-teman yang menasihatiku aku anggap angin lalu.

Perlahan-lahan aku mulai merasa Allah telah murka kepadaku, para sahabat yang ku anggap keluargaku mulai menjauhi ku, mereka bilang aku tak tau malu dan tak bisa berterima kasih, tapi waktu itu aku anggap biasa karna tanpa mereka aku masih bisa menikmati dunia remajaku, masih ada para kekasihku yang akan setia menemani aku untuk pergi party.

Sering gonta-ganti pacar membuatku merasa semakin sombong karna aku merasa bahwa aku gadis yang tak ada saingannya. Belum lagi aku tergolong siswa yang cerdas dan aktif di sekolah berbagai lomba, serta piala aku dapatkan semasih aku duduk di bangku SMA, aku juga tak pernah lepas dari 3 besar, Hingga hal itu membuat aku merasa santai, semua pelajaran di sekolah yang dulunya selalu tekun belajar setiap harinya aku anggap enteng dan aku mulai sering bolos ketika jam belajar.

 Puncaknya saat akan kelulusan SMA, semua temanku sibuk mempersiapkan untuk ujian, tapi aku malah santai & bersenang-senang dengan kekasihku, dunia malam seakan menjadi kebutuhanku, hingga waktu pengumuman telah di umumkan, dari 533 siswa hanya aku yang tak lulus sedangkan sahabatku yang dulunya ikut mencicipi dunia mlam dan tergolong siswa yang kurang pandai mereka malah lulus dan mendapat nilai yang cukup memuaskan,
Saat itu aku mulai merasa ini semua tak adil karna aku tergolong siswa yang pandai,
Kemarahanku semakin memuncak ketika aku harus menghadapi kemarahan orang tua ku atas apa yang telah aku perbuat selama ini.

Menerima kenyataan itu aku pun berencana kabur dari rumah dan ikut kekasihku yang tinggal di sebuah apartemen, ntah apa yang membutakanku saat itu, aku tak tahu jika kekasih ku yang selama ini selalu menuruti keinginanku dan memberikan materi kepadaku ternyata dia seorang germo yang menjual para gadis di bawah umur kepada lelaki hidung belang, dia tega menjualku kepada seorang yang mampu membayarku dengan mahal, aku yang mengetahuinya itu sangat marah kepadanya dan dia malah berkata
“itu adalah balasan karna selama ini dia telah menghabiskan banyak uang untukku dan aku harus membayarnya dengan cara yang kotor seperti itu,”
aku tak dapat berbuat apa-apa lagi, saat itu aku merasa bagaikan berada di lingkaran iblis yang menjeratku.

2 tahun aku jalani menjadi seorang pelacur, masa muda yang aku bayang-bayangkan indah menjadi suram yang seharusnya aku dapat menimba ilmu di bangku kuliah seperti teman-temanku malah aku harus menimang anak yang tak tahu siapa ayahnya, kekasih yang aku banggakan dahulu sekarang hanya dapat menyiksaku jika aku tak dapat memberiikan setoran kepadanya,

Hingga akhirnya petualanganku harus berakhir di jeruji besi aku memutuskan untuk menyerahkan diri dan melaporkan kekasihku kepada polisi atas apa yang dia kerjakan selama ini. Ini memang keputusan terberat bagiku karna aku tak mempunyai jalan terbaik lagi, jika aku pulang ke keluargaku pasti aku tidak akan di terima lagi sedangkan para sahabatku telah enggan dan merasa jijik jika melihan keadaanku sekarang.

Aku baru menyadari sikap sombong dan merasa mempunyai segalanya nya lah yang menjerumuskan aku kedunia yang kelam ini, impianku seakan-akan menjadi hancur, seharusnya dari dulu aku bisa menahan diriku untuk tidak terjerumus kedalam dunia kelam itu dan mampu menjaga karunia yang telah di beri darii Allah dengan baik,

Sekarang penyesalan hanyalah sebuah penyesalan, tak ada kesempatan kedua untukku waktu terus berputar dan kini hanya tinggal aku dan tangis penyesalanku yang tiada berujung, hanya dinginnya lantai penjara yang dapat aku nikmati sekarang dan buah cintaku harus ku relakan untuk tinggal di panti asuhan bersama pengasuhnya, semoga saja anakku tidak akan menagalami nasib yang sama seperti diriku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar