Pages

Minggu, 16 Februari 2014

KETIKA CINTA TAK MEMIHAK




S
iang itu Dhissa mengendarai mobil dengan kecepatan yang sangat kencang, segala amarah yang ia pendam di hati ia lampiaskan dengan mobil spot kesayangannya yang bewarna merah. Tak lama mobil tersebut tiba-tiba berhenti, dengan perasaan heran Dhissa turun dari mobil dan memeriksa keadaan mobil nya tersebut karena dia yakin benar mobilnya baru diservis 1 minggu yang lalu tentu tidak akan ada kendala dari mesin mobilnya, namun sial sedang menghampiri Dhissa bukan masalah mesin mobil yang rusak melainkan ban mobilnya bocor, dengan perasaan kesal yang masih berkecamuk di hati Dhissa ia menendang body mobilnya
“ Bussyiit…..!!!” maki Dhissa kepada mobilnya
Lengkap penderitaan yang ia hadapi siang itu, saat di kampus dia harus bertengkar dengan Robert kekasihnya hanya gara-gara masalah sepele. Dan sekarang dia harus berhadapan dengan mobil kesayangannya yang mengalami bocor ban, padahal jarak rumahnya masih sangat jauh. Tanpa berpikir panjang lagi Dhissa menelpon bengkel langganannya untuk menderek mobilnya dan mengganti ban mobilnya. ia pun segera mencari taksi, namun kali ini kesabaran Dhissa sedang di uji karena tidak ada satu pun taksi yang kosong lewat, terpaksa dia harus menumpang sebuah Bus kota yang penuh dengan penumpang..
“Mimpi apa aku semalam,, Sial Sungguh Sial…..!! baru kali ini seumur hidup naik bus kota yang penggap begini” gerutu Dhissa dalam hati..
Tak lama Dhissa duduk di bus tersebut datang seorang pengamen
“Selamat siang,, kembali di temani saya seniman jalanan, yang akan menghibur anda semua dengan satu tembang lagu “ ucap si pengamen sebagai kata-kata pembuka.
“Dulu pernah ada cinta, dulu pernah ada sayang namun kini tiada lagi perasaan seperti dulu……..”
Dhissa yang berada di dalam bus hanya bisa terpaku melihat si pengamen  menyanyikan lagu tersebut,, lagu Ungu yang berjudul Luka Disini memang mengingatkannya pada Robert kekasihnya yang sangat dia cintai, belum lagi suara si pengamen yang sangat merdu mampu membuat para penumpang Bus terhanyut dalam suasana galau yang ada di dalam lagu tersebut.
“Ok,, sekian lagu dari saya, mohon partisipasinya” si pengamen menutup siarannya seraya menariki uang receh-recehan dengan topinya. Dhissa pun memberikan uang 50rb kepada si pengamen
“Gak salah neng ???” Tanya si pengamen kepada Dhissa
“Salah kenapa??”
“Anda terlalu banyak memberikan saya uang”
“Itu lebih dari cukup, karna anda mampu membuat saya terhibur dengan lagu yang anda bawakan tadi, jadi tidak salahnya saya membayar anda dengan uang segitu”
“Terima kasih neng, semoga jika kita bertemu lagi nanti saya dapat menghibur anda dengan lagu-lagu yang lainnya” ucap si pengamen meyakinkan Dhissa
“Semoga saja” jawab Dhissa singkat,
Dhissa memang terkenal sebagai gadis yang sombong dan angkuh, di kampus dia tidak memiliki banyak teman hanya Robert lah kekasihnya yang selalu menemaninya kemana-mana.

««««
Keesokan harinya Dhissa memang sengaja tidak membawa mobilnya ke kampus, kali ini dia sengaja menunggu Bus yang ia tumpangi kamarin siang, wajah tampan sang pengamen memang mengusik pikirannya, belum lagi dia juga sangat ketagihan untuk mendengarkan suara merdu dari sang pengamen, meskipun kemarin dia bersikap cuek terhadap pengamen tersebut, tetapi sejujurnya dia menyimpan rasa suka kepada pengamen itu. Kali ini dia pun benar-benar lupa akan permasalahan yang sedang ia hadapi dengan  Robert kekasih yang amat dia sayangi, ia berharap bisa bertemu dengan pengamen yang mampu membuat dia jatuh hati. Tiba-tiba  sebuah mobil sedan berhenti mendekatinya
“ Cepetan masuk aku mau bicara” ucap Robert dari dalam mobil
“ Gak perlu, gak ada yang perlu di bicarakan lagi” jawab Dhissa dengan nada marah
“ Kamu salah paham, dia kemarin bukan siapa-siapa aku”
“ Terlambat, aku gak mau kamu ganggu” pergi meninggalkan Robert yang masih berada di dalam mobil, Robert pun keluar dari mobil dan mencoba mengejar Dhissa yang keburu pergi dari hadapannya,
“ Kamu ini ngak percayaan amat sih jadi orang” memegang tangan Dhissa dengan erat
“Lepaskan….!!!! udah jelaskan semua,, siapa yang selingkuh di belakangku” ucap Dhissa membentak
“Siapa yang selingkuh dia itu temanku” jawab Robert mempertegas
“ Haaa teman??? Iya teman yang bentar lagi akan menjadi teman hidupmu”  teriak Dhissa meledak
“Kenapa sih kamu gak mau dengar penjelasan aku?”
“ Gak ada yang perlu di jelaskan, lebih baik kita putus!!!!” ujar Dhissa mantap.
Kalimat Dhissa meluncur bagai bom waktu yang seakan-akan tak ada gunanya lagi bagi Robert untuk menjelaskan kepada Dhissa. Dengan amarah yang berkecamuk Dhissa meninggalkan Robert sembari menaggis, Dhissa gak tau harus bagaimana lagi, namun ia yakin keputusannya kali ini adalah hal yang benar, sudah cukup dia di sakiti oleh Robert karena bukan hanya sekali ia memergoki Robert jalan dengan wanita lain, meskipun dia tidak pernah  bertanya langsung dengan Robert namun ia yakin benar jika itu adalah selingkuhan Robert.
Di bawah pohon yang rindang Dhissa duduk sambil menenangkan pikirannya tiba-tiba datang seorang laki-laki mengulurkan sapu tangan
“Ini lap air mata mu, gak baik cewek secantik kamu harus menganggis”
Dengan kaget Dhissa memandang kepada lelaki yang telah memberikannya sapu tangan tersebut
“ Eh kamu,,, terima kasih..” mengambil sapu tangan tersebut
“ Lagi ada masalah ??”
“Bukan urusan mu lagian gak perlu di bahas lagi udah gak penting,,”
“Kalau gak penting kenapa mesti menangis??” duduk di samping Dhissa
“Aku menanggis bahagia karena telah lepas dari lelaki brengsek tersebut”
“ Gak baik mengecap buruk  orang lain” mencoba menasihati
“ Tapi memang kenyataannya begitu”
“ ya sudah lupakan saja, perkenalkan nama ku Ardhy, kemarin kita bertemu di Bus dan belum sempat kenalankan??” mengulurkan tangannya
 “Nama ku Dhissa” membalas uluran tangan Ardhy
Pucuk cinta ulam pun tiba mungkin itulah pepatah yang cocok untuk Dhissa, karena baru tadi pagi dia berharap bisa bertemu dengan pengamen yang telah membuat hatinya gundah gulana, meskipun di hari itu dia mengalami putus cinta dengan lelaki yang amat dia sayangi namun kini bagaikan sudah terbayar dengan kehadiran Ardhy di sisinya.
Perkenalan Ardhy dengan Dhissa memang sangat singkat namun kebaikan Ardhy mampu meluluhkan hati Dhissa selama seminggu berteman Dhissa berubah total, dia tak lagi menjadi gadis yang angkuh dan sombong bahkan dia tak lagi bersedih mengingat-ingat akan Robert dan masa lalunya. Membuka lembaran baru dan mempunyai kekasih baru , ya itulah kata-kata yang selalu tertanam di hati Dhissa, dia cukup bahagia dengan kehadiran Ardhy di hidupnya meskipun kekasihnya bukanlah lelaki yang kaya raya seperti Robert dan hanya seorang pengamen jalanan tetapi  Dhissa cukup bangga dan bahagia, kini Dhissa merasakan cinta yang sesungguhnya, yang sebelumnya tak pernah ia dapatkan dari Robert.

««««
Melihat perubahan Dhissa yang tak mau lagi untuk di ajak komunikasi ataupun bertemu, Robert yang masih menyimpan rasa cinta kepada Dhissa mencoba mencari tahu apa yang sedang terjadi dengan Dhissa, saat Robert melihat Dhissa berjalan dengan Ardhy disebuah Mall Robert pun menghampiri Dhissa
“Dhiss,, aku ingin berbicara empat mata dengan mu..” memegang tangan Dhissa
“Lepaskan,,, apa lagi sih?? Kenapa kamu masih saja menganggu ku??” jawab Dhissa kesal
“ Aku masih cinta dengan mu Dhiss, aku ingin kita kembali pacaran seperti dulu” memohon kepada Dhissa
“Dengar ya Rob, aku sudah tak mempunyai perasaan cinta lagi denagn mu, lihat lelaki yang ada di samping ku ini, dia adalah pacarku aku sangat mencintainya dan tentunya aku lebih bahagia berada di sisinya” mempertegas ucapannya agar Robert tak lagi mengganggunya.
Setelah memperingatkan Robert, Dhissa dan Ardhy pun pergi meninggalkan Robert masuk ke dalam Mall, timbul perasaan benci di hati Robert. Dia berfikir bahwa Ardhylah penyebab putusnya hubungan Robert dengan Dhissa. Dia berharap bisa membalaskan sakit hatinya kepada Ardhy yang telah merebut Dhissa darinya.
Saat Ardhy dan Dhissa keluar dari Mall
“ Ar,, kamu lihat deh es krim yang ada di seberang jalan sana” menunjuk kesalah satu penjual es krim yang ada di seberang jalan
“ Iya aku lihat memangnya kenapa sayang??”
“ Aku ingin kamu membelikannya untukku”
“ Ya sudah kamu tunggu di sini ya,, aku akan membelikannya untuk mu”
“ Iya sayang,,, hati-hati ya nyebrang jalannya” tersenyum sambil melihat kekasihnya pergi membelikan es krim untuknya
Melihat Ardhy yang sedang menyebrang jalan, Tanpa pikir panjang lagi Robert yang sudah mengintai Ardhy dari dalam mobil siap menancap gas mobilnya dan menabrak Ardhy
Braaaakkkkk….!!! Suara tabrakan tersebut terdengar sangat kuat, Dhissa yang saat itu melihat kejadian tersebut langsung berlari menuju Ardhy yang telah terkapar tak berdaya di tengah jalan ia pun melihat plat mobil yang telah membuat celaka kekasihnya tersebut ia tahu betul jika itu adalah nomor plat mobilnya Robert.
Saat berada di rumah sakit dengan perasaan cemas Dhissa menunggu dokter yang sedang memeriksa Ardhy, namun sayang cintanya harus berakhir teragis Ardhy harus meninggalkan Dhissa duluan menghadap sang khalik, mendengar pernyataan dokter Dhissa jatuh pingsan dan tak berdaya.
3 hari setelah kejadian Robert pun di tangkap polisi dan kini dia mendekam di penjara untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya,
bukan cinta dari Dhissa yang ia dapatkan lagi melainkan sebuah hukuman seumur hidup yang akan dia jalani di penjara
 Kini tinggal Dhissa yang harus menghadapi hidupnya sendiri, Ardhy kekasih yang amat dia sayangi telah pergi untuk selamanya padahal mereka sudah menyusun impian untuk hidup bersama-sama setelah Dhissa menamatkan kuliahnya. Tapi kini Dhissa kehilangan segalanya, kehilangan cinta sejatinya seakan-akan membuat dia tak bisa berfikir secara sehat lagi hingga akhirnya di harus di rawat di rumah sakit jiwa akibat ia tak bisa lagi mengendalikan kesedihannya yang amat mendalam dan membuat dia menjadi stress.
Ketika cinta tak lagi memihak, kita tak dapat untuk mengaturnya harus kemana dia berlabuh.

TAMAT

Rabu, 12 Februari 2014

Kisah Ku Berakhir Dengan Tangisan Penyesalan



Aku adalah seorang gadis desa yang di anugerahi paras yang begitu cantik, bentuk tubuhku sangat seksi seperti para model yang terkenal, aku selalu merasa bangga atas apa yang telah di anugerahi oleh Allah SWT, hingga aku melupakan semuanya itu hanyalah titipan yg sementara.

Aku selalu merasa paling cantik di antara teman-teman SMA ku, aku juga pernah meraih runner up model remaja tingkat provinsi ketika aku menginjak kelas 2 SMA. setelah itu kesombonganku semakin menjadi, meskipun aku hanya anak  seorang anak petani yang penghasilannya pas-pasan aku selalu tampil modis di sekolah maupun saat aku pergi hang out bersama teman-teman. Hingga tak ada yang menyangka bahwa aku hanyalah seorang anak dari petani.

Rasa ingin tahu ku tentang dunia malam membuat aku mengiyakan setiap ajakan teman-temanku, pergi ke bar, party bersama teman segeng ku, aku lakukan setiap malam tanpa memperdulikan orang tuaku yang mencemaskan ku karna aku selalu keluar malam, wajar saja jika orang tua ku sanggat khawatir dengan ku, karna aku anak perempuan satu-satunya di keluargaku, namun keindahan masa-masa remaja itulah yang membutakan mata hatiku,

Meskipun aku tak berkecukupan uang tetapi dengan modal wajahku yang cantik dan para pria yang memperebutkanku, aku bisa mendapatkan uang dengan semua lelaki yang menjadi pacar ku, hingga ada seorang teman yang mengatakan aku wanita murahan. Tapi bagiku ini adalah hidupku dan duniaku, semua omongan dari orang tuaku dan teman-teman yang menasihatiku aku anggap angin lalu.

Perlahan-lahan aku mulai merasa Allah telah murka kepadaku, para sahabat yang ku anggap keluargaku mulai menjauhi ku, mereka bilang aku tak tau malu dan tak bisa berterima kasih, tapi waktu itu aku anggap biasa karna tanpa mereka aku masih bisa menikmati dunia remajaku, masih ada para kekasihku yang akan setia menemani aku untuk pergi party.

Sering gonta-ganti pacar membuatku merasa semakin sombong karna aku merasa bahwa aku gadis yang tak ada saingannya. Belum lagi aku tergolong siswa yang cerdas dan aktif di sekolah berbagai lomba, serta piala aku dapatkan semasih aku duduk di bangku SMA, aku juga tak pernah lepas dari 3 besar, Hingga hal itu membuat aku merasa santai, semua pelajaran di sekolah yang dulunya selalu tekun belajar setiap harinya aku anggap enteng dan aku mulai sering bolos ketika jam belajar.

 Puncaknya saat akan kelulusan SMA, semua temanku sibuk mempersiapkan untuk ujian, tapi aku malah santai & bersenang-senang dengan kekasihku, dunia malam seakan menjadi kebutuhanku, hingga waktu pengumuman telah di umumkan, dari 533 siswa hanya aku yang tak lulus sedangkan sahabatku yang dulunya ikut mencicipi dunia mlam dan tergolong siswa yang kurang pandai mereka malah lulus dan mendapat nilai yang cukup memuaskan,
Saat itu aku mulai merasa ini semua tak adil karna aku tergolong siswa yang pandai,
Kemarahanku semakin memuncak ketika aku harus menghadapi kemarahan orang tua ku atas apa yang telah aku perbuat selama ini.

Menerima kenyataan itu aku pun berencana kabur dari rumah dan ikut kekasihku yang tinggal di sebuah apartemen, ntah apa yang membutakanku saat itu, aku tak tahu jika kekasih ku yang selama ini selalu menuruti keinginanku dan memberikan materi kepadaku ternyata dia seorang germo yang menjual para gadis di bawah umur kepada lelaki hidung belang, dia tega menjualku kepada seorang yang mampu membayarku dengan mahal, aku yang mengetahuinya itu sangat marah kepadanya dan dia malah berkata
“itu adalah balasan karna selama ini dia telah menghabiskan banyak uang untukku dan aku harus membayarnya dengan cara yang kotor seperti itu,”
aku tak dapat berbuat apa-apa lagi, saat itu aku merasa bagaikan berada di lingkaran iblis yang menjeratku.

2 tahun aku jalani menjadi seorang pelacur, masa muda yang aku bayang-bayangkan indah menjadi suram yang seharusnya aku dapat menimba ilmu di bangku kuliah seperti teman-temanku malah aku harus menimang anak yang tak tahu siapa ayahnya, kekasih yang aku banggakan dahulu sekarang hanya dapat menyiksaku jika aku tak dapat memberiikan setoran kepadanya,

Hingga akhirnya petualanganku harus berakhir di jeruji besi aku memutuskan untuk menyerahkan diri dan melaporkan kekasihku kepada polisi atas apa yang dia kerjakan selama ini. Ini memang keputusan terberat bagiku karna aku tak mempunyai jalan terbaik lagi, jika aku pulang ke keluargaku pasti aku tidak akan di terima lagi sedangkan para sahabatku telah enggan dan merasa jijik jika melihan keadaanku sekarang.

Aku baru menyadari sikap sombong dan merasa mempunyai segalanya nya lah yang menjerumuskan aku kedunia yang kelam ini, impianku seakan-akan menjadi hancur, seharusnya dari dulu aku bisa menahan diriku untuk tidak terjerumus kedalam dunia kelam itu dan mampu menjaga karunia yang telah di beri darii Allah dengan baik,

Sekarang penyesalan hanyalah sebuah penyesalan, tak ada kesempatan kedua untukku waktu terus berputar dan kini hanya tinggal aku dan tangis penyesalanku yang tiada berujung, hanya dinginnya lantai penjara yang dapat aku nikmati sekarang dan buah cintaku harus ku relakan untuk tinggal di panti asuhan bersama pengasuhnya, semoga saja anakku tidak akan menagalami nasib yang sama seperti diriku.

Selasa, 11 Februari 2014

“KADO TERAKHIR UNTUK NADIN’


Awal Tahun 2014 Ini mungkin mungkin akan menjadi tahun yang membahagiakan bagi Nadin, Hidupnya dilengkapi oleh orang-orang yang mencintainya, dia telah memiliki seorang pujaan hati yang amat tampan, baik, dan selalu meyayanginya, bagi nadin kekasihnya adalah arjuna yang telah diturunkan oleh Tuhan untuknya,
Namun pertengahan Januari Arya kekasih Nadin harus meninggalkan Nadin untuk melanjutkan kuliahnya di kota, hal ini membuat Nadin merasa sedih karena harus melalui hari-harinya sendiri tanpa Arya.
Februari tepat hari valentine Nadin menyuruh Arya untuk kembali ke desa dan merayakan hari kasih sayang berdua dengan dirinya, namun saat itu Nadin harus merasakan kecewa karena Arya tidak bisa menemani dia tahun ini saat valentine. Bagi Nadin valentine tahun ini menjadi valentine terburuk, karena Arya kekasihya tidak dapat berada di sisinya serta orang tua Nadin sibuk memikirkan pekerjaan kantornya.
Hari demi haripun Nadin lalui sendiri tanpa Arya, hatinya merasa kalut ketika sebagian teman-temannya mengajak pergi liburan, namun Nadin menolak karena bagi dia percuma saja untuk dia pergi tanpa kekasihya berada di samping, toh teman-temannya pergi bersama kekasihnya masing-masing, rasa kecewa dan sedih tersebut dia pendam dan tak pernah dia ceritakan kepada Arya, dia takut jika Arya mengetahuinya malah akan mengangu konsentrasi belajarnya
Bulan Mei Nadin pergi untuk berlibur di tempat saudaranya Ana, disitulah Nadin mulai bisa mengahapus rasa sedihnya. Ada Ana saudaranya yang selalu menemani hari-harinya dan mendengarkan setiap cerita dari Nadin
Suatu hari Ana mengajak Nadin untuk pergi berlibur di pantai, saat dipantai itulah Nadin melihat seorang penjual kalung dimana salah satu kalung tersebut ada yang memikat hatinya,
“Berapa harga kalung ini bang” ucap Nadin seraya memegang kalung tersebut
“Maaf Neng kalung tersebut tidak saya jual”
“Maksud abang” Tanya Nadin heran
“Kalung tersebut hanya akan saya jual kepada seorang lelaki yang akan menghadiahkan ulang tahun bagi kekasihnya”
“Kenapa bisa begitu bang?”
“Karena kalung ini memiliki filosofi”
“Emang apa filosofi dari kalung tersebut”
“Bagi siapa saja yang menghadiahkan kalung ini kepada kekasihnya, maka hubungannya akan terus berlanjut sampai maut yang memisahkannya”
“Terus jika saya yang membelinya untuk saya hadiahkan kepada kekasih saya bagaimana bang? Apa tidak bisa?
“Tidak neng, adat disini hanya mempercayai bahwa lelakilah yang boleh membelinya dan kemudian menghadiahkannya kepada wanita pujaan hatinya,”
“Ya sudahlah bang, mungkin kalung itu tidak berjodoh untuk saya”
“Kalau memang neng mau memilikinya, kenapa neng tidak menyuruh aja kekasih neng menghadiahkannya kepada neng saat ulang tahun neng”
“Tidak mungkin bisa bang, karena kekasih saya sedang berada di kota dan dia mungkin tidak akan sempat untuk pergi berlibur disini dan  membelikan barang ini kesaya. Ya sudahla bang saya permisi” pergi meninggalkan si penjual dengan hati kecewa
Setelah kejadian itu Nadin selalu murung, dia ingin memiliki kalung tersebut belum lagi filosofi dari kalung tersebut sesuai dengan yang dia harapkan. Dia ingin sekali meminta Arya membelikannya nanti ketika dia ulang tahun yang ke 17. Tapi seketika itu harapannya dia buang karena bagi dia mana mungkin Arya bisa membelikannya hadiah itu, karena semenjak berada di kota Arya jarang sekali menghubunginnya dan menannyakan keadaannya, mungkin dia terlalu sibuk dengan kuliahnnya tanpa memikirkan keadaan Nadin yang dia tinggal pergi.
Melihat Nadin yang terus murung dan berdiam diri Ana berusaha menghiburnya, dia meyakinkan Nadin bahwa Arya pasti selalu memikirkannya juga, dan dia menyuruh Nadin untuk ngomong langsung dengan Arya jika ulang tahunnya nanti yang ke 17 tahun, Nadin menginginkan Arya membelikan kalung tersebut.
Tapi Nadin enggan menyampaikan keinginannya, baginya biarlah dia menyimpan keinginannya sendiri tanpa perlu menggangu  Arya yang sedang mengejar cita-citanya. Hari-hari Nadin pun kini hanya bisa dia isi dengan menyendiri dan menggoreskan setiap permintaannya di buku diary, dia ingin semuanya akan kembali seperti dulu, bisa bersama-sama dengan Arya yang ia cintai.
Bulan Agustus Nadin memutuskan untuk pulang ke rumahnya baginya cukup dia berlibur di tempat Ana saudaranya. Ketika pulang dari tempat saudaranya Nadin sering merasa pusing yang berkepanjangan rambutnya pun sedikit demi sedikit mulai rontok, ibunya menyuruh dia memeriksakan keadaannya ke dokter namun dia selalu enggan bagi dia mungkin itu hanya sakit biasa,
Sebulan pun berlalu keadaan Nadin semakin memburuk rambut yang mejadi mahkotanya semakin menipis dan  rontok, terkadang Nadin sering pingsan dan mengeluhkan sakit kepala kepada ibunya, melihat keadaan Nadin yang seperti itu, akhirnya ibunya pun membawa Nadin ke seorang dokter untuk menanyakan penyakit yang dia derita.
Sungguh terkejut hati Nadin mendengarkan pernyataan dokter tentang penyakitnya, baginya keadaanya yang dulu bahagia kini malah berputar 180o , Nadin harus mendapati dirinya menderita penyakit yang akan merenggut nyawanya, belum lagi kekasihnya yang ia harapkan untuk bisa menemaninya dikala dia dirawat tak kunjung datang. Nadin hanya bisa menuliskan setiap keinginannya dan harapannya pada sebuah buku diary.
2 bulan telah berlalu, keadaan Nadin semakin memburuk. ia pun semakin sedih,  sebentar lagi natal dan ia ulang tahun yang ke 17 tetapi Arya tak kunjung pulang ke desa untuk menjengukknya, padahal Arya tahu kalau Nadin  sedang sakit meskipun Nadin tak memberitahukan penyakit yang ia derita setidaknya Arya pulang untuk menjenguknya.
Seminggu sebelum ulang tahun yang ke 17 suasana duka menyelimuti keluarga Pak Jaya, Nadin putri tunggal mereka telah berpulang ke pangkuan Sang Illahi. Tentu hal ini sangat mengejutkan teman-teman Nadin dan kekasihnya Arya, karena selama ini teman-teman Nadin mengetahui keadaan Nadin baik-baik saja dan Nadin tak pernah menceritakan penyakit yang ia alami.
Hal ini menjadi pukulan yang amat pelak yang dialami oleh Arya saat dia bisa pulang ke desa dan menjenguk Nadin, dia harus mendapati kekasihnnya pergi untuk selama-lamanya, melihat Arya yang amat terpukul Ana saudara Nadin menceritakan setiap keluhan Nadin yang ia sampaikan kepada Ana, Ana pun memberikan buku diary Nadin kepada Arya, karena Ana ingin Arya mengetahui kesedihan yang dialami Nadin ketika Arya pergi meninggalkannya ke kota.
Dalam diary Nadin, banyak hal yang ia tulis mulai dari keinginan Nadin tentang kado yang ia inginkan dari Arya saat dia ultah yang ke 17 tahun, rasa kecewa Nadin karena harus melewati hari valentine sendiri tanpa di temani Arya, dan yang paling Arya sesalkan ketika Nadin sakit dan membutuhkan seseorang yang ia cintai berada di sampingnya malah Arya tak mengabulkan keinginannya, karena itulah Nadin pun mengurungkan untuk tidak menceritakan keadaanya kepada sahabatnya, bagi dia kekasihnya saja tak mau menjenguknya buat apa dia menceritakan keadaanya kepada sahabatnya. Hanya Ana saudaranyalah yang terus setia menemani Nadin ketika sakit, Ana menceritakan setiap kesedihan yang Nadin ceritakan kepada Ana tentang Arya.
Kini hanya penyesalan yang Arya Rasakan, kado yang diinginkan Nadin pun kini Arya penuhi meski Arya tak dapat memakaikannya kepada Nadin, kalung yang Nadin inginkan Arya letakkan di atas batu nisan Nadin dan Arya berharap Nadin akan lebih bahagia berada di sisi Illahi, dia sangat menyesalkan dirinya sendiri kenapa disaat hari-hari terakhir Nadin Arya tak bisa berada di sampingnnya dan membuat Nadin tersenyum. Dia sangat menyesal karena selama ini Nadin tak pernah mengecewakannya, Nadin selalu memenuhi setiap keinginan Arya dan selalu ada ketika Arya membutuhkannya.
Hanya sebuah penyesalan lah yang tertinggal, Kado terindah untuk Nadin pun telah terpenuhi meskipun Nadin tak bisa memakainya dan kini menjadi kado terakhir untuk Nadin di usiannya yang ke 17 tahun.