Pages

Minggu, 16 Februari 2014

KETIKA CINTA TAK MEMIHAK




S
iang itu Dhissa mengendarai mobil dengan kecepatan yang sangat kencang, segala amarah yang ia pendam di hati ia lampiaskan dengan mobil spot kesayangannya yang bewarna merah. Tak lama mobil tersebut tiba-tiba berhenti, dengan perasaan heran Dhissa turun dari mobil dan memeriksa keadaan mobil nya tersebut karena dia yakin benar mobilnya baru diservis 1 minggu yang lalu tentu tidak akan ada kendala dari mesin mobilnya, namun sial sedang menghampiri Dhissa bukan masalah mesin mobil yang rusak melainkan ban mobilnya bocor, dengan perasaan kesal yang masih berkecamuk di hati Dhissa ia menendang body mobilnya
“ Bussyiit…..!!!” maki Dhissa kepada mobilnya
Lengkap penderitaan yang ia hadapi siang itu, saat di kampus dia harus bertengkar dengan Robert kekasihnya hanya gara-gara masalah sepele. Dan sekarang dia harus berhadapan dengan mobil kesayangannya yang mengalami bocor ban, padahal jarak rumahnya masih sangat jauh. Tanpa berpikir panjang lagi Dhissa menelpon bengkel langganannya untuk menderek mobilnya dan mengganti ban mobilnya. ia pun segera mencari taksi, namun kali ini kesabaran Dhissa sedang di uji karena tidak ada satu pun taksi yang kosong lewat, terpaksa dia harus menumpang sebuah Bus kota yang penuh dengan penumpang..
“Mimpi apa aku semalam,, Sial Sungguh Sial…..!! baru kali ini seumur hidup naik bus kota yang penggap begini” gerutu Dhissa dalam hati..
Tak lama Dhissa duduk di bus tersebut datang seorang pengamen
“Selamat siang,, kembali di temani saya seniman jalanan, yang akan menghibur anda semua dengan satu tembang lagu “ ucap si pengamen sebagai kata-kata pembuka.
“Dulu pernah ada cinta, dulu pernah ada sayang namun kini tiada lagi perasaan seperti dulu……..”
Dhissa yang berada di dalam bus hanya bisa terpaku melihat si pengamen  menyanyikan lagu tersebut,, lagu Ungu yang berjudul Luka Disini memang mengingatkannya pada Robert kekasihnya yang sangat dia cintai, belum lagi suara si pengamen yang sangat merdu mampu membuat para penumpang Bus terhanyut dalam suasana galau yang ada di dalam lagu tersebut.
“Ok,, sekian lagu dari saya, mohon partisipasinya” si pengamen menutup siarannya seraya menariki uang receh-recehan dengan topinya. Dhissa pun memberikan uang 50rb kepada si pengamen
“Gak salah neng ???” Tanya si pengamen kepada Dhissa
“Salah kenapa??”
“Anda terlalu banyak memberikan saya uang”
“Itu lebih dari cukup, karna anda mampu membuat saya terhibur dengan lagu yang anda bawakan tadi, jadi tidak salahnya saya membayar anda dengan uang segitu”
“Terima kasih neng, semoga jika kita bertemu lagi nanti saya dapat menghibur anda dengan lagu-lagu yang lainnya” ucap si pengamen meyakinkan Dhissa
“Semoga saja” jawab Dhissa singkat,
Dhissa memang terkenal sebagai gadis yang sombong dan angkuh, di kampus dia tidak memiliki banyak teman hanya Robert lah kekasihnya yang selalu menemaninya kemana-mana.

««««
Keesokan harinya Dhissa memang sengaja tidak membawa mobilnya ke kampus, kali ini dia sengaja menunggu Bus yang ia tumpangi kamarin siang, wajah tampan sang pengamen memang mengusik pikirannya, belum lagi dia juga sangat ketagihan untuk mendengarkan suara merdu dari sang pengamen, meskipun kemarin dia bersikap cuek terhadap pengamen tersebut, tetapi sejujurnya dia menyimpan rasa suka kepada pengamen itu. Kali ini dia pun benar-benar lupa akan permasalahan yang sedang ia hadapi dengan  Robert kekasih yang amat dia sayangi, ia berharap bisa bertemu dengan pengamen yang mampu membuat dia jatuh hati. Tiba-tiba  sebuah mobil sedan berhenti mendekatinya
“ Cepetan masuk aku mau bicara” ucap Robert dari dalam mobil
“ Gak perlu, gak ada yang perlu di bicarakan lagi” jawab Dhissa dengan nada marah
“ Kamu salah paham, dia kemarin bukan siapa-siapa aku”
“ Terlambat, aku gak mau kamu ganggu” pergi meninggalkan Robert yang masih berada di dalam mobil, Robert pun keluar dari mobil dan mencoba mengejar Dhissa yang keburu pergi dari hadapannya,
“ Kamu ini ngak percayaan amat sih jadi orang” memegang tangan Dhissa dengan erat
“Lepaskan….!!!! udah jelaskan semua,, siapa yang selingkuh di belakangku” ucap Dhissa membentak
“Siapa yang selingkuh dia itu temanku” jawab Robert mempertegas
“ Haaa teman??? Iya teman yang bentar lagi akan menjadi teman hidupmu”  teriak Dhissa meledak
“Kenapa sih kamu gak mau dengar penjelasan aku?”
“ Gak ada yang perlu di jelaskan, lebih baik kita putus!!!!” ujar Dhissa mantap.
Kalimat Dhissa meluncur bagai bom waktu yang seakan-akan tak ada gunanya lagi bagi Robert untuk menjelaskan kepada Dhissa. Dengan amarah yang berkecamuk Dhissa meninggalkan Robert sembari menaggis, Dhissa gak tau harus bagaimana lagi, namun ia yakin keputusannya kali ini adalah hal yang benar, sudah cukup dia di sakiti oleh Robert karena bukan hanya sekali ia memergoki Robert jalan dengan wanita lain, meskipun dia tidak pernah  bertanya langsung dengan Robert namun ia yakin benar jika itu adalah selingkuhan Robert.
Di bawah pohon yang rindang Dhissa duduk sambil menenangkan pikirannya tiba-tiba datang seorang laki-laki mengulurkan sapu tangan
“Ini lap air mata mu, gak baik cewek secantik kamu harus menganggis”
Dengan kaget Dhissa memandang kepada lelaki yang telah memberikannya sapu tangan tersebut
“ Eh kamu,,, terima kasih..” mengambil sapu tangan tersebut
“ Lagi ada masalah ??”
“Bukan urusan mu lagian gak perlu di bahas lagi udah gak penting,,”
“Kalau gak penting kenapa mesti menangis??” duduk di samping Dhissa
“Aku menanggis bahagia karena telah lepas dari lelaki brengsek tersebut”
“ Gak baik mengecap buruk  orang lain” mencoba menasihati
“ Tapi memang kenyataannya begitu”
“ ya sudah lupakan saja, perkenalkan nama ku Ardhy, kemarin kita bertemu di Bus dan belum sempat kenalankan??” mengulurkan tangannya
 “Nama ku Dhissa” membalas uluran tangan Ardhy
Pucuk cinta ulam pun tiba mungkin itulah pepatah yang cocok untuk Dhissa, karena baru tadi pagi dia berharap bisa bertemu dengan pengamen yang telah membuat hatinya gundah gulana, meskipun di hari itu dia mengalami putus cinta dengan lelaki yang amat dia sayangi namun kini bagaikan sudah terbayar dengan kehadiran Ardhy di sisinya.
Perkenalan Ardhy dengan Dhissa memang sangat singkat namun kebaikan Ardhy mampu meluluhkan hati Dhissa selama seminggu berteman Dhissa berubah total, dia tak lagi menjadi gadis yang angkuh dan sombong bahkan dia tak lagi bersedih mengingat-ingat akan Robert dan masa lalunya. Membuka lembaran baru dan mempunyai kekasih baru , ya itulah kata-kata yang selalu tertanam di hati Dhissa, dia cukup bahagia dengan kehadiran Ardhy di hidupnya meskipun kekasihnya bukanlah lelaki yang kaya raya seperti Robert dan hanya seorang pengamen jalanan tetapi  Dhissa cukup bangga dan bahagia, kini Dhissa merasakan cinta yang sesungguhnya, yang sebelumnya tak pernah ia dapatkan dari Robert.

««««
Melihat perubahan Dhissa yang tak mau lagi untuk di ajak komunikasi ataupun bertemu, Robert yang masih menyimpan rasa cinta kepada Dhissa mencoba mencari tahu apa yang sedang terjadi dengan Dhissa, saat Robert melihat Dhissa berjalan dengan Ardhy disebuah Mall Robert pun menghampiri Dhissa
“Dhiss,, aku ingin berbicara empat mata dengan mu..” memegang tangan Dhissa
“Lepaskan,,, apa lagi sih?? Kenapa kamu masih saja menganggu ku??” jawab Dhissa kesal
“ Aku masih cinta dengan mu Dhiss, aku ingin kita kembali pacaran seperti dulu” memohon kepada Dhissa
“Dengar ya Rob, aku sudah tak mempunyai perasaan cinta lagi denagn mu, lihat lelaki yang ada di samping ku ini, dia adalah pacarku aku sangat mencintainya dan tentunya aku lebih bahagia berada di sisinya” mempertegas ucapannya agar Robert tak lagi mengganggunya.
Setelah memperingatkan Robert, Dhissa dan Ardhy pun pergi meninggalkan Robert masuk ke dalam Mall, timbul perasaan benci di hati Robert. Dia berfikir bahwa Ardhylah penyebab putusnya hubungan Robert dengan Dhissa. Dia berharap bisa membalaskan sakit hatinya kepada Ardhy yang telah merebut Dhissa darinya.
Saat Ardhy dan Dhissa keluar dari Mall
“ Ar,, kamu lihat deh es krim yang ada di seberang jalan sana” menunjuk kesalah satu penjual es krim yang ada di seberang jalan
“ Iya aku lihat memangnya kenapa sayang??”
“ Aku ingin kamu membelikannya untukku”
“ Ya sudah kamu tunggu di sini ya,, aku akan membelikannya untuk mu”
“ Iya sayang,,, hati-hati ya nyebrang jalannya” tersenyum sambil melihat kekasihnya pergi membelikan es krim untuknya
Melihat Ardhy yang sedang menyebrang jalan, Tanpa pikir panjang lagi Robert yang sudah mengintai Ardhy dari dalam mobil siap menancap gas mobilnya dan menabrak Ardhy
Braaaakkkkk….!!! Suara tabrakan tersebut terdengar sangat kuat, Dhissa yang saat itu melihat kejadian tersebut langsung berlari menuju Ardhy yang telah terkapar tak berdaya di tengah jalan ia pun melihat plat mobil yang telah membuat celaka kekasihnya tersebut ia tahu betul jika itu adalah nomor plat mobilnya Robert.
Saat berada di rumah sakit dengan perasaan cemas Dhissa menunggu dokter yang sedang memeriksa Ardhy, namun sayang cintanya harus berakhir teragis Ardhy harus meninggalkan Dhissa duluan menghadap sang khalik, mendengar pernyataan dokter Dhissa jatuh pingsan dan tak berdaya.
3 hari setelah kejadian Robert pun di tangkap polisi dan kini dia mendekam di penjara untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya,
bukan cinta dari Dhissa yang ia dapatkan lagi melainkan sebuah hukuman seumur hidup yang akan dia jalani di penjara
 Kini tinggal Dhissa yang harus menghadapi hidupnya sendiri, Ardhy kekasih yang amat dia sayangi telah pergi untuk selamanya padahal mereka sudah menyusun impian untuk hidup bersama-sama setelah Dhissa menamatkan kuliahnya. Tapi kini Dhissa kehilangan segalanya, kehilangan cinta sejatinya seakan-akan membuat dia tak bisa berfikir secara sehat lagi hingga akhirnya di harus di rawat di rumah sakit jiwa akibat ia tak bisa lagi mengendalikan kesedihannya yang amat mendalam dan membuat dia menjadi stress.
Ketika cinta tak lagi memihak, kita tak dapat untuk mengaturnya harus kemana dia berlabuh.

TAMAT

Tidak ada komentar:

Posting Komentar