|
S
|
iang
itu Dhissa mengendarai mobil dengan kecepatan yang sangat kencang, segala
amarah yang ia pendam di hati ia lampiaskan dengan mobil spot kesayangannya
yang bewarna merah. Tak lama mobil tersebut tiba-tiba berhenti, dengan perasaan
heran Dhissa turun dari mobil dan memeriksa keadaan mobil nya tersebut karena
dia yakin benar mobilnya baru diservis 1 minggu yang lalu tentu tidak akan ada
kendala dari mesin mobilnya, namun sial sedang menghampiri Dhissa bukan masalah
mesin mobil yang rusak melainkan ban mobilnya bocor, dengan perasaan kesal yang
masih berkecamuk di hati Dhissa ia menendang body mobilnya
“ Bussyiit…..!!!” maki Dhissa kepada
mobilnya
Lengkap penderitaan yang ia hadapi siang
itu, saat di kampus dia harus bertengkar dengan Robert kekasihnya hanya
gara-gara masalah sepele. Dan sekarang dia harus berhadapan dengan mobil
kesayangannya yang mengalami bocor ban, padahal jarak rumahnya masih sangat
jauh. Tanpa berpikir panjang lagi Dhissa menelpon bengkel langganannya untuk
menderek mobilnya dan mengganti ban mobilnya. ia pun segera mencari taksi,
namun kali ini kesabaran Dhissa sedang di uji karena tidak ada satu pun taksi
yang kosong lewat, terpaksa dia harus menumpang sebuah Bus kota yang penuh
dengan penumpang..
“Mimpi apa aku semalam,, Sial Sungguh Sial…..!!
baru kali ini seumur hidup naik bus kota yang penggap begini” gerutu Dhissa
dalam hati..
Tak lama Dhissa duduk di bus tersebut
datang seorang pengamen
“Selamat siang,, kembali di temani saya
seniman jalanan, yang akan menghibur anda semua dengan satu tembang lagu “ ucap
si pengamen sebagai kata-kata pembuka.
“Dulu pernah ada cinta, dulu pernah ada
sayang namun kini tiada lagi perasaan seperti dulu……..”
Dhissa yang berada di dalam bus hanya
bisa terpaku melihat si pengamen menyanyikan lagu tersebut,, lagu Ungu yang
berjudul Luka Disini memang mengingatkannya pada Robert kekasihnya yang sangat
dia cintai, belum lagi suara si pengamen yang sangat merdu mampu membuat para
penumpang Bus terhanyut dalam suasana galau yang ada di dalam lagu tersebut.
“Ok,, sekian lagu dari saya, mohon
partisipasinya” si pengamen menutup siarannya seraya menariki uang
receh-recehan dengan topinya. Dhissa pun memberikan uang 50rb kepada si
pengamen
“Gak salah neng ???” Tanya si pengamen
kepada Dhissa
“Salah kenapa??”
“Anda terlalu banyak memberikan saya
uang”
“Itu lebih dari cukup, karna anda mampu
membuat saya terhibur dengan lagu yang anda bawakan tadi, jadi tidak salahnya
saya membayar anda dengan uang segitu”
“Terima kasih neng, semoga jika kita
bertemu lagi nanti saya dapat menghibur anda dengan lagu-lagu yang lainnya”
ucap si pengamen meyakinkan Dhissa
“Semoga saja” jawab Dhissa singkat,
Dhissa memang terkenal sebagai gadis
yang sombong dan angkuh, di kampus dia tidak memiliki banyak teman hanya Robert
lah kekasihnya yang selalu menemaninya kemana-mana.
««««
Keesokan harinya Dhissa memang
sengaja tidak membawa mobilnya ke kampus, kali ini dia sengaja menunggu Bus
yang ia tumpangi kamarin siang, wajah tampan sang pengamen memang mengusik
pikirannya, belum lagi dia juga sangat ketagihan untuk mendengarkan suara merdu
dari sang pengamen, meskipun kemarin dia bersikap cuek terhadap pengamen
tersebut, tetapi sejujurnya dia menyimpan rasa suka kepada pengamen itu. Kali
ini dia pun benar-benar lupa akan permasalahan yang sedang ia hadapi dengan Robert kekasih yang amat dia sayangi, ia
berharap bisa bertemu dengan pengamen yang mampu membuat dia jatuh hati.
Tiba-tiba sebuah mobil sedan berhenti mendekatinya
“ Cepetan masuk aku
mau bicara” ucap Robert dari dalam mobil
“ Gak perlu, gak
ada yang perlu di bicarakan lagi” jawab Dhissa dengan nada marah
“ Kamu salah
paham, dia kemarin bukan siapa-siapa aku”
“ Terlambat, aku
gak mau kamu ganggu” pergi meninggalkan Robert yang masih berada di dalam
mobil, Robert pun keluar dari mobil dan mencoba mengejar Dhissa yang keburu
pergi dari hadapannya,
“ Kamu ini ngak
percayaan amat sih jadi orang” memegang tangan Dhissa dengan erat
“Lepaskan….!!!!
udah jelaskan semua,, siapa yang selingkuh di belakangku” ucap Dhissa membentak
“Siapa yang
selingkuh dia itu temanku” jawab Robert mempertegas
“ Haaa teman??? Iya
teman yang bentar lagi akan menjadi teman hidupmu” teriak Dhissa meledak
“Kenapa sih kamu
gak mau dengar penjelasan aku?”
“ Gak ada yang
perlu di jelaskan, lebih baik kita putus!!!!” ujar Dhissa mantap.
Kalimat Dhissa
meluncur bagai bom waktu yang seakan-akan tak ada gunanya lagi bagi Robert
untuk menjelaskan kepada Dhissa. Dengan amarah yang berkecamuk Dhissa
meninggalkan Robert sembari menaggis, Dhissa gak tau harus bagaimana lagi,
namun ia yakin keputusannya kali ini adalah hal yang benar, sudah cukup dia di
sakiti oleh Robert karena bukan hanya sekali ia memergoki Robert jalan dengan
wanita lain, meskipun dia tidak pernah bertanya langsung dengan Robert namun ia yakin
benar jika itu adalah selingkuhan Robert.
Di bawah pohon
yang rindang Dhissa duduk sambil menenangkan pikirannya tiba-tiba datang seorang
laki-laki mengulurkan sapu tangan
“Ini lap air
mata mu, gak baik cewek secantik kamu harus menganggis”
Dengan kaget Dhissa
memandang kepada lelaki yang telah memberikannya sapu tangan tersebut
“ Eh kamu,,, terima
kasih..” mengambil sapu tangan tersebut
“ Lagi ada
masalah ??”
“Bukan urusan mu
lagian gak perlu di bahas lagi udah gak penting,,”
“Kalau gak
penting kenapa mesti menangis??” duduk di samping Dhissa
“Aku menanggis bahagia
karena telah lepas dari lelaki brengsek tersebut”
“ Gak baik mengecap
buruk orang lain” mencoba menasihati
“ Tapi memang kenyataannya
begitu”
“ ya sudah
lupakan saja, perkenalkan nama ku Ardhy, kemarin kita bertemu di Bus dan belum
sempat kenalankan??” mengulurkan tangannya
“Nama ku Dhissa” membalas uluran tangan Ardhy
Pucuk cinta ulam
pun tiba mungkin itulah pepatah yang cocok untuk Dhissa, karena baru tadi pagi
dia berharap bisa bertemu dengan pengamen yang telah membuat hatinya gundah
gulana, meskipun di hari itu dia mengalami putus cinta dengan lelaki yang amat
dia sayangi namun kini bagaikan sudah terbayar dengan kehadiran Ardhy di
sisinya.
Perkenalan Ardhy
dengan Dhissa memang sangat singkat namun kebaikan Ardhy mampu meluluhkan hati Dhissa
selama seminggu berteman Dhissa berubah total, dia tak lagi menjadi gadis yang
angkuh dan sombong bahkan dia tak lagi bersedih mengingat-ingat akan Robert dan
masa lalunya. Membuka lembaran baru dan mempunyai kekasih baru , ya itulah
kata-kata yang selalu tertanam di hati Dhissa, dia cukup bahagia dengan
kehadiran Ardhy di hidupnya meskipun kekasihnya bukanlah lelaki yang kaya raya
seperti Robert dan hanya seorang pengamen jalanan tetapi Dhissa cukup bangga dan bahagia, kini Dhissa
merasakan cinta yang sesungguhnya, yang sebelumnya tak pernah ia dapatkan dari
Robert.
««««
Melihat
perubahan Dhissa yang tak mau lagi untuk di ajak komunikasi ataupun bertemu,
Robert yang masih menyimpan rasa cinta kepada Dhissa mencoba mencari tahu apa
yang sedang terjadi dengan Dhissa, saat Robert melihat Dhissa berjalan dengan Ardhy
disebuah Mall Robert pun menghampiri Dhissa
“Dhiss,, aku
ingin berbicara empat mata dengan mu..” memegang tangan Dhissa
“Lepaskan,,, apa
lagi sih?? Kenapa kamu masih saja menganggu ku??” jawab Dhissa kesal
“ Aku masih
cinta dengan mu Dhiss, aku ingin kita kembali pacaran seperti dulu” memohon
kepada Dhissa
“Dengar ya Rob,
aku sudah tak mempunyai perasaan cinta lagi denagn mu, lihat lelaki yang ada di
samping ku ini, dia adalah pacarku aku sangat mencintainya dan tentunya aku
lebih bahagia berada di sisinya” mempertegas ucapannya agar Robert tak lagi
mengganggunya.
Setelah
memperingatkan Robert, Dhissa dan Ardhy pun pergi meninggalkan Robert masuk ke
dalam Mall, timbul perasaan benci di hati Robert. Dia berfikir bahwa Ardhylah
penyebab putusnya hubungan Robert dengan Dhissa. Dia berharap bisa membalaskan
sakit hatinya kepada Ardhy yang telah merebut Dhissa darinya.
Saat Ardhy dan
Dhissa keluar dari Mall
“ Ar,, kamu
lihat deh es krim yang ada di seberang jalan sana” menunjuk kesalah satu penjual
es krim yang ada di seberang jalan
“ Iya aku lihat memangnya
kenapa sayang??”
“ Aku ingin kamu
membelikannya untukku”
“ Ya sudah kamu tunggu
di sini ya,, aku akan membelikannya untuk mu”
“ Iya sayang,,, hati-hati
ya nyebrang jalannya” tersenyum sambil melihat kekasihnya pergi membelikan es
krim untuknya
Melihat Ardhy
yang sedang menyebrang jalan, Tanpa pikir panjang lagi Robert yang sudah
mengintai Ardhy dari dalam mobil siap menancap gas mobilnya dan menabrak Ardhy
Braaaakkkkk….!!!
Suara tabrakan tersebut terdengar sangat kuat, Dhissa yang saat itu melihat
kejadian tersebut langsung berlari menuju Ardhy yang telah terkapar tak berdaya
di tengah jalan ia pun melihat plat mobil yang telah membuat celaka kekasihnya
tersebut ia tahu betul jika itu adalah nomor plat mobilnya Robert.
Saat berada di
rumah sakit dengan perasaan cemas Dhissa menunggu dokter yang sedang memeriksa Ardhy,
namun sayang cintanya harus berakhir teragis Ardhy harus meninggalkan Dhissa
duluan menghadap sang khalik, mendengar pernyataan dokter Dhissa jatuh pingsan
dan tak berdaya.
3 hari setelah
kejadian Robert pun di tangkap polisi dan kini dia mendekam di penjara untuk
mempertanggung jawabkan perbuatannya,
bukan cinta dari Dhissa yang ia
dapatkan lagi melainkan sebuah hukuman seumur hidup yang akan dia jalani di
penjara
Kini tinggal Dhissa yang harus menghadapi
hidupnya sendiri, Ardhy kekasih yang amat dia sayangi telah pergi untuk
selamanya padahal mereka sudah menyusun impian untuk hidup bersama-sama setelah
Dhissa menamatkan kuliahnya. Tapi kini Dhissa kehilangan segalanya, kehilangan
cinta sejatinya seakan-akan membuat dia tak bisa berfikir secara sehat lagi
hingga akhirnya di harus di rawat di rumah sakit jiwa akibat ia tak bisa lagi
mengendalikan kesedihannya yang amat mendalam dan membuat dia menjadi stress.
Ketika cinta tak lagi memihak,
kita tak dapat untuk mengaturnya harus kemana dia berlabuh.
TAMAT
Tidak ada komentar:
Posting Komentar